Selasa, 26 Maret 2013

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN MODEL PROSES




  • Waterfall Model


            Waterfall pada umumnya digunakan untuk rekayasa sistem yang besar dimana proyek dikerjakan di beberapa tempat berbeda dan dibagi menjadi beberapa bagian sub-proyek.
            Kelebihan        :
§  Model ini baik untuk produk dengan kebutuhan yang jelas dipahami atau ketika bekerja dengan technical tools, arsitektur dan infrastruktur yang telah dipahami dengan baik.
§  Sederhana.
§  langkah-secara terurut,fokus,dan mudah diikuti.
Kekurangan     :
§  Tidak fleksibel karena untuk menuju ke fase selanjutnya harus menunggu fase sebelumnya untuk melengkapi tugas yang saling memiliki ketergantungan.
§  Sangat sulit untuk customer  ketika akan melakukan perubahan kebutuhan yang eksplisit.
§  Customer harus memiliki kesabaran sampai dengan produk perangkat lunak selesai di implementasikan.
§  Customer hanya terlibat di awal proyek.

  •  V-Model


            Kelebihan        :
§  V-Model sangat fleksibel.
§  V-Model dikembangkan dan di-maintain oleh publik. User dari V-Model berpartisipasi dalam change control board yang memproses semua change request terhadap V -Model.
Kekurangan     :
§  V-Model adalah model yang project oriented sehingga hanya bisa digunakan sekali dalam suatu proyek.
§  V-Model terlalu fleksibel dalam arti ada beberapa activity dalam V-Model yang digambarkan terlalu abstrak sehingga tidak bisa diketahui dengan jelas apa yang termasuk dalam activity tersebut dan apa yang tidak.

  •                Incremental Model

            Cocok untuk proyek berukuran kecil (tidak lebih dari 200.000 baris coding).
            Kelebihan        :
§  Relatif sedikit jumlah programer atau developer yang digunakan.
§  Memberikan  operasional mutu produk pada tiap stage, tetapi satu yang memuaskan hanya subset kebutuhan klien.
§  Mengurangi efek traumatis dari mengesankan suatu produk sepenuhnya baru pada organisasi klien dengan menyediakan suatu pengenalan berangsur-angsur.
§  Klien bisa melihat sistem dan memberikan feedback.
            Kekurangan     :
§  Semangat melakukan proses membangun dan memperbaiki perangkat lunak bisa menurun.
§  Kesalahan desain menjadi bagian dari sistem dan sulit untuk memperbaikinya
§  Klien melihat kemungkinan-kemungkinan yang ada sehingga ingin mengubah kebutuhan.

  • Evolutionary Model

a.      Prototyping
Cocok untuk proyek yang lamanya 60-90 hari karena cepat prosesnya.
Kelebihan        :
§  Pelanggan dapat menjadi lebih mantap dalam melihat kemajuan.
§  Bermanfaat ketika kebutuhan  sedang berubah dengan cepat, ketika pelanggan enggan untuk mengikat kepada satu set kebutuhan, atau ketika tak seorangpun secara penuh memahami area aplikasi itu.
Kekurangan     :
§  Tidak ada cara untuk mengetahui banyaknya iterasi yang diperlukan.
§  Membuat prototipe / prototyping dapat mendorong ke arah perancangan sistem yang kurang baik. Sebab tujuan utama protoyping adalah perkembangan cepat, perancangan sistem kadang-kadang dapat rusak sebab sistem dibangun pada rangkaian “lapisan” tanpa integrasi pertimbangan global dari semua komponen lain.

b.      Spiral
Model spiral merupakan pendekatan yang realistik untuk software berskala besar.
Kelebihan        :
§  Masing-masing iterasi dari spiral dapat dikhususkan untuk kebutuhan proyek yang sesuai.
Kekurangan     :
§  Rumit dan memerlukan perhatian dan pengetahuan manajemen untuk memulainya.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar